Leonardo RAT 13 DL M si Radar Pemburu Rudal Nuklir Ukurannya Tak Biasa, Begini Cara TNI AU Boyong ke Indonesia

photo author
Zulaika Rizkia, Zona Jakarta
- Kamis, 9 Februari 2023 | 18:00 WIB
Leonardo RAT 13 DL/M si Radar Pemburu Rudal Nuklir Ukurannya Tak Biasa, Begini Cara TNI AU Boyong ke Indonesia (Interessengemeinschaft Deutsche Luftwaffe e.v.)
Leonardo RAT 13 DL/M si Radar Pemburu Rudal Nuklir Ukurannya Tak Biasa, Begini Cara TNI AU Boyong ke Indonesia (Interessengemeinschaft Deutsche Luftwaffe e.v.)

Ia bekerja dengan 42 baris dengan 52 radiator per baris dan 42 modul pemancar/penerima dengan daya 2 kilowatt.

Keuntungan lebih lanjut diperoleh dari teknik pembentuk pancaran yang digunakan (pemindaian fase elektronik tanpa mata di ketinggian) yang memungkinkan manajemen mandiri simultan dari empat pancaran transmisi sistem tanpa adanya pemutusan pada pita frekuensi.

Deteksi menyelimuti azimuth 360° (rotasi mekanis 6 rpm) hingga kisaran 270 mil laut dan ketinggian hingga 92 kft.

RAT-31DL/M mencakup radar monopulse sekunder SIR-M yang terintegrasi penuh dengan jangkauan maksimum hingga 250 mil laut.

Sistem Radar RAT 31 DL/M didasarkan pada teknologi yang digunakan untuk sistem RAT 31 DL/FADR (Radar Pertahanan Udara Tetap), dalam layanan atau pengiriman ke sejumlah besar negara NATO/Eropa dan ekstra Eropa, baik tetap atau konfigurasi yang dapat diangkut.

Sistem Radar RAT 31 DL/M L-Band yang ringkas berasal dari RAT 31 DL yang sukses, standar NATO, yang telah dipilih oleh delapan negara.

Produksi saat ini dari sistem ini memiliki tingkat kematangan dan teknologi tertinggi.

Radar RAT 31 DL/M telah diakuisisi oleh angkatan udara Italia, Jerman, Austria selain Angkatan Udara Afrika Utara.

Radar RAT 31 DL/M adalah bagian dari keluarga sistem radar RAT 31 Leonardo, dan arsitekturnya sama dengan RAT 31 DL Long Range GCI (Ground Control Interceptor), solusi solid state L-band canggih untuk pengawasan 3D, dengan jangkauan efektif lebih dari 470 km.

Baca Juga: PT DI Bakal Ketiban Rejeki, Komponen Pesawat KF-21 Boramae Akan Indonesia Produksi, Kemhan Bocorkan Bagian Ini

Radar ini melindungi dari ancaman udara dan rudal, termasuk rudal balistik yang saat ini membawa hulu ledak nuklir, untuk keamanan dalam negeri dan misi ekspedisi.

Sistem radar dapat beradaptasi dengan tantangan yang ditimbulkan oleh berbagai skenario operasional, termasuk di mana radar harus menghadapi gangguan dan gangguan berat pada saat yang bersamaan.

Teknologi solid-state yang sangat andal memungkinkan 'degradasi yang anggun', bahkan jika beberapa modul radar gagal, kinerja keseluruhan radar tetap terjaga.

Lebih dari 50 sistem RAT 31 DL telah terjual di seluruh dunia.

Radar ini adalah sensor pertahanan udara utama NATO, memenuhi standar aliansi untuk arsitektur radar pertahanan udara dan memungkinkan interoperabilitas penuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zulaika Rizkia

Sumber: Radartutorial.eu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X