Setelah semua studi selesai, helikopter serang dikembalikan ke Ukraina untuk memungkinkan tentara negara Eropa Timur menggunakannya melawan 'mantan tuannya' yaitu Rusia.
Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa militer Rusia telah kehilangan 25 persen atau 23 helikopter serang Ka-52 Alligator sejak konflik bersenjata di Ukraina pecah.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa Rusia memiliki 90 helikopter serang di angkatan bersenjatanya.
Menurutnya, kemungkinan besar helikopter serang Rusia menjadi korban sistem rudal pertahanan udara (manpad) Ukraina.
Bahkan, banyak sistem senjata Rusia seperti misil, tank, atau mobil lapis baja yang berhasil direbut oleh tentara Ukraina diperbaiki sebelum digunakan kembali oleh mereka di medan perang melawan bekas tuannya.
Menurut penyelidikan oleh organisasi non-pemerintah, sebanyak 27 sistem senjata Rusia telah menjadi subjek studi oleh para ahli senjata Amerika Serikat dan sekutunya selama konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Sementara itu, bukan hanya Amerika Serikat yang berhasil 'menangkap' alutsista Rusia, namun hal sebaliknya juga terjadi ketika Rusia juga berhasil merebut senjata-senjata buatan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Diantaranya adalah keberhasilan Rusia dalam 'menangkap' dua sistem meriam bergerak CAESAR 155mm buatan Prancis.
Segera setelah ditangkap, sistem meriam bergerak CAESAR dikirim kembali ke Rusia untuk dipelajari oleh ahli sistem artileri negara tersebut.
Ada juga laporan yang mengatakan bahwa tentara Rusia berhasil menyita rudal dari sistem roket ganda HIMARS buatan Amerika Serikat yang gagal meledak untuk dipelajari oleh ahli senjata Moskow.
Dikutip dari Eurasian Times, Alligator adalah helikopter serang darat canggih yang dikerahkan untuk melenyapkan tank Ukraina dan formasi darat menggunakan senjata canggihnya.