Qatar sendiri membeli jet tempur itu pada tahun 1994.
Dan pada November 2021, Qatar telah “mengistirahatkannya” karena sudah diganti dengan Rafale.
Kehadiran Mirage 2000-5 ini diproyeksikan sebagai pesawat latih untuk TNI-AU.
Pilot-pilot tempur Indonesia dirasa perlu belajar dulu sebelum menerbangkan Rafale.
Karena sejatinya, Indonesia belum pernah memiliki jet tempur buatan Perancis.
Media Malaysia menyebut alasan Indonesia mengincar Mirage 2000 masuk akal.
“Ini kerana Indonesia tidak pernah mengoperasikan pesawat pejuang buatan Prancis dan memikirkan ia perlu membiasakan diri dengan mengoperasikannya, sebelum ia mengendalikan pesawat pejuang Rafale dipesannya daripada Dassault Aviation.” jelas Defence Secuirty Asia.
Bila Indonesia benar membeli Mirage 2000, maka armada tempur yang dimiliki TNI AU akan bertambah.
Dilansir dari airforce-technology.com, pada 27 Maret 2020, Mirage 2000 5 tergolong kedalam jet tempur canggih multi peran.
Tergolong kedalam multi peran membuat Mirage 2000 5 memiliki dua varian berbeda.
Dua varian berbeda dari Mirage 2000 5 adalah kursi tunggal dan kursi tandem jadi ciri khasnya.
Untuk kursi tandem Mirage 2000 5 berguna untuk memainkan misi penting.
Seperti misi pelatihan pilot, pengeboman, pengintaian, serang permukaan bisa dilakukan Mirage 2000 5 untuk kursi tandem.