Menurut para siswa tersebut, simulator pesawat tempur Su-30 China lebih baik daripada simulator Rusia, dan rasanya cukup realistis.
Baca Juga: J-10 China Kuat dalam Maritime Strike Kalahkan F-16 Viper yang Ditawarkan ke Indonesia
Bahkan ada yang mengklaim setelah berlatih di simulator China, mereka bisa langsung mengoperasikan di mesin sebenarnya.
Alasan penting lain mengapa TNI Angkatan Udara memilih untuk pergi ke China untuk pelatihan adalah harga yang diminta pihak China jauh lebih rendah daripada Rusia, dan hanya biaya akomodasi dan listrik yang cukup.
Secara umum, kongres penjualan pesawat tempur bertanggung jawab penuh atas pelatihan personel dan pemeliharaan peralatan negara pembeli, yang juga merupakan masalah besar.
China melakukan misi pelatihan pilot Su-30 Indonesia secara alami akan dianggap oleh beberapa orang Rusia sebagai bisnis yang menarik," tulis News Creaders dalam artikelnya.***