S-500 dilaporkan mampu menghancurkan tembakan rudal hipersonik yang saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai negara.
Analis Rusia mengklaim bahwa S-500 bahkan dapat menargetkan satelit di orbit rendah bumi dan pesawat siluman generasi kelima, di samping target utama rudal jelajah dan balistiknya.
Selain itu, kemampuan bertahan sistem diduga ditingkatkan oleh ketahanannya yang tinggi terhadap gangguan elektronik.
S-500 dikembangkan oleh Almaz-Antey Air Defence Concern untuk menggantikan sistem rudal A-135 yang sudah tua yang saat ini digunakan.
Baca Juga: Turun Harga Setengah Juta! HP Vivo Y15s Miliki Spesifikasi Sultan, Harganya Cuma Sejutaan
Dilansir dari laman 19fortyfive.com, secara resmi diberi label sebagai S-500 Prometey (Prometheus), S-500 juga dikenal sebagai Triumfator-M 55R6M.
Perusahaan milik negara Rusia Almaz-Antey telah mempelopori pengembangannya.
Sistem ini terdiri dari empat rudal permukaan-ke-udara jarak jauh 40N6M atau dua pencegat 77N6 dalam tabung yang dipasang pada kendaraan peluncuran 77P6.
Ini menyertai serangkaian akuisisi target, keterlibatan, dan radar keterlibatan anti-rudal balistik yang canggih.
S-500 Rusia dilaporkan memiliki jangkauan 500 hingga 600 kilometer (310 hingga 372 mil) dengan jangkauan maksimum hingga 200 kilometer ketinggian.
Ia disebut-sebut mampu melawan pesawat tempur generasi kelima serta rudal balistik dan jelajah, dan bahkan satelit orbit rendah.***