Perayaan sekitar 10.000 jam terbang Rafale ini memberi hormat atas penguasaan besar Angkatan Udara Mesir, keunggulan Rafale, dan menghormati Dassault Aviation,
Yang telah mempertahankan hubungan kuat dengan Mesir berdasarkan kepercayaan dan komitmen selama hampir 50 tahun”, kata Eric Trappier CEO dari pembuat Rafale.
Sebelumnya Indonesia telah memesan 42 jet tempur Rafale dalam kesepakatan senilai USD 8,1 miliar pada tahun 2022.
Dengan ini maka Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara yang mengoperasionalkan Rafale.
Tak hanya Asia Tenggara saja, tetapi Indonesia menjadi negara pengguna Rafale pertama di kawasan Asia Pasifik.
Selain jet tempur Rafale, Indonesia juga telah menandatangani nota kerja sama dalam pengembangan kapal selam yang akan menghasilkan pesanan dua kapal Scorpene yang diproduksi oleh Naval Group, kata kementerian pertahanan Prancis.***