ZONAJAKARTA.COM - Sekitar pertengahan tahun 1990-an, NASA dan Boeing (yang sebelumnya bernama McDonnell Douglas) Phantom Works membangun dua pesawat penelitian agility tanpa ekor X-36 tak berawak.
Kala itu, NASA dan Boeing membangun X-36 untuk mengembangkan teknologi pesawat tempur tak berekor yang dapat bermanuver.
Pesawat tak berawan X-36 berukuran sekitar seperempat dari ukuran calon pesawat tempur masa depan.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 12 Pro 5G HP Flagship Tapi Sudah Pakai OIS, Ini Spek dan Harganya di April 2023
Dilansir dari laman nationalmuseum.af.mil, meski ada dua unit, hanya X-36 museum yang benar-benar terbang.
Penerbangtan X-36 pertama terjadi pada Mei 1997 dan program uji terbang memenuhi atau melampaui semua tujuan proyek, pencapaian yang luar biasa.
Tahun berikutnya, Laboratorium Penelitian Angkatan Udara (AFRL) USAF menggunakan X-36 museum untuk menguji perangkat lunak RESTORE (Reconfigurable Control for Tailless Fighter Aircraft).
AFRL mengembangkan perangkat lunak ini untuk menyelamatkan pesawat tempur tak berekor jika sistem kontrolnya rusak atau tidak berfungsi.
Pada bulan Desember 1998, X-36 berhasil melakukan dua penerbangan RESTORE.
X-36 yang dipajang datang ke museum pada bulan April 2003.
Kokpit X-36 dan bagian depan pesawat ditandatangani oleh personel yang terkait dengan program tersebut sebelum Boeing menyumbangkan pesawat tersebut ke Museum Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat.
Dikutip dari laman slashgear, X-36 tidak pernah menjadi pesawat tempur ukuran penuh.