ZONAJAKARTA.com - Turki menerima kabar gembira terkait peningkatan pesawat tempur F-16.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menyetujui kemungkinan Foreign Military Sale (FMS) kepada Turki untuk mendukung peningkatan F-16 dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya 259 juta dolar AS.
Menurut pernyataan Badan Kerjasama Pertahanan, Pemerintah Turki telah meminta untuk membeli peralatan dan layanan pertahanan untuk mendukung armada F-16 saat ini.
Baca Juga: Breaking News, Megawati Resmi Tunjuk Ganjar Pranowo Sebagai Capres PDIP Pemilu 2024
Kontrak tersebut mencakup pemuktakhiran perangkat lunak avionik program penerbangan operasional (OFP) dengan kemampuan sistem penghindaran tabrakan dapat otomatis (AGCAS); modifikasi perangkat keras untuk mengaktifkan integrasi pemutakhiran blok sistem distribusi informasi multifungsi II (MIDS BU II).
Dilansir dari Airforce Technology, pesawat F-16 Block 70 akan beroperasi hingga 2060.
Armada Turki terdiri dari pesawat F-16 Block 40 dan 50, tetapi negara tersebut bermaksud memodernisasi armada mereka ke standar Block 70 melalui kontrak avionik.
Baca Juga: Breaking News, Jokowi Dampingi Megawati Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres 2024
Namun, Turki sedang mengembangkan pesawat tempur generasi kelima sendiri yang pada akhirnya akan menggantikan armada F-16 negara itu, menurut laporan GlobalData
Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Turki untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan serta membantu mempertahankan tanah airnya dan personel AS yang ditempatkan di sana.
Kontraktor utama untuk penjualan tersebut adalah Lockheed Martin Aeronautics Company of Fort Worth, Texas.
Usulan penjualan datang di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Turki atas berbagai masalah, termasuk pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki.
AS telah memberikan sanksi kepada Turki karena membeli sistem S-400, yang dikatakan tidak sesuai dengan pertahanan NATO.