Dengan daya radius tinggi tersebut maka CN235-220 MPA mampu terbang dari Surabaya mencapai wilayah Guangzhou, China.
CN235-220 MPA pertama kali diserahkan ke TNI AL pada 2013 lalu.
Dikutip Zonajakarta.com dari Kemhan, pengadaan pesawat CN235-220 MPA ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pesawat patroli maritim Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) dalam menjalankan tugas dan fungsinya khususnya pada pengintaian udara taktis.
Baca Juga: AS Ingkar Janji, Pangkalan Militer Indonesia di Natuna Ternyata Pembangunannya Sekarang Begini
Pesawat ini juga akan digunakan dalam observasi laut.
Terlebih CN235-220 MPA juga dilengkapi radar dan navigasi dengan sistem komputer taktis.
Sejak 2013, TNI AL secara khusus telah menggunakan pesawat CN235-220 sebagai pesawat patroli maritim.
Pesawat CN235-220 telah dimodifikasi dan di-upgrade pada seluruh avionic system dengan menggunakan teknologi terbaru full glass cockpit dan display digital terintegrasi.
Kini, Indonesia nampaknya bakal makin gahar lantaran kedua pesawat milik TNI AL tersebut bakal dipoles oleh Amerika Serikat.
Perusahaan Integrated Surveillance and Defense, Inc alias ISD yang berkantor pusat di Wilsonville, Oregon, Amerika Serikat akan memoles alutsista TNI AL Indonesia.
Dikutip Zonajakarta.com dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dalam kontrak untuk 15 Maret 2024, perusahaan ISD AS telah memenangkan kontrak dengan Indonesia.
"Integrated Surveillance and Defense, Inc.,* Wilsonville, Oregon, mendapatkan kontrak harga tetap senilai $33,800,553 untuk meningkatkan kemampuan operasional dan mengembangkan pelatihan pemeliharaan terkait untuk mendukung pesawat patroli maritim CN-235, pesawat KingAir 350i, dan Simulator Sistem Misi untuk pemerintah Indonesia.
Pekerjaan akan dilakukan di Bandung, Indonesia (40%); Singapura (25%); Wilsonville, Oregon (20%); Montreal, Kanada (10%); dan Lincoln, Inggris (5%), dan diharapkan selesai pada bulan Maret 2026.