ZONAJAKARTA.com - Indonesia percaya atau tidak saat ini tengah mengupayakan berdikari membuat kapal perang.
Ialah fregat Arrowhead hingga kapal cepat rudal merupakan kapal perang yang tengah diusahakan mandiri oleh industri pertahanan Indonesia.
Jika semua program kapal perang itu sukses, bukan tak mungkin 15 tahun kedepan industri pertahanan Indonesia mengalami peningkatan pesat.
Industri pertahanan kuat dibutuhkan untuk membangun postur militer mumpuni.
Baca Juga: China Yakin Bila Disodori J-10 Indonesia Tak Bakal Menolaknya
Tak ada namanya negara dengan militer kuat namun alutsista masih impor, halu.
Misal Indonesia pada saat Trikora menjadi kekuatan militer terbesar di bumi bagian selatan.
Tapi semua alutsistanya impor dari Rusia 90 persen tanpa ada transfer teknologi.
G30S PKI pecah langsung militer Indonesia menciut karena pasokan senjata dari Uni Soviet dihentikan.
Juga embargo militer dari AS membuat angkatan bersenjata Indonesia lumpuh separuh badan.
Kini mengambil pelajaran dari situ, kemandirian alutsista tak bisa ditawar lagi.
Indonesia sendiri sebetulnya juga hendak membuat delapan unit fregat Mogami dari Jepang senilai 3,6 miliar dolar AS.
"Hal yang sama berlaku untuk kesepakatan terpisah dengan Jepang, yang memiliki tim penjualan berlindung di Jakarta untuk sebagian besar tahun lalu berusaha untuk menjual delapan fregat multi-misi kelas Mogami siluman Indonesia dengan biaya keseluruhan $ 3,6 miliar," lapor Asia Times.