"Selain itu, dalam pengenalan fregat besar di masa depan, apakah itu 30FFM Jepang atau fregat kelas Iver Huitfeldt Denmark, juga sulit bagi perusahaan Indonesia untuk melakukannya.
Kalaupun negara-negara terkait bisa menyediakan teknologi dan peralatan produksi untuk produksi di Indonesia, keahlian militer negara itu sama sekali tidak nyaman," papar sohu.com.
China nampaknya terlalu meremehkan Indonesia karena negeri ini belum menemukan klik nya saja untuk membangun kapal perang berdaya pukul mematikan.*
Baca Juga: Destroyer Italia ITS Andrea Doria, Saudara Kandung Fregat FREMM Indonesia