Diponegoro class terbukti efektif digunakan oleh Indonesia dan Malaysia kesengsem atas performanya.
Dikutip dari janes, 2 Maret 2023, Malaysia saat ini mengusulkan peningkatan anggaran untuk penguatan militernya.
Baca Juga: Totalitas Bantu Militer Indonesia, Pemimpin Rusia : Kami Adalah Sahabat Sejati
Anggaran yang diinginkan pada 2023 ialah 17,74 miliar Ringgit atau senilai 3,97 miliar dolar AS.
PM Malaysia Anwar Ibrahim menjelaskan jika peningkatan ini dimaksudkan untuk membeli alutsista baru dan pemeliharaan.
"Sekitar MYR 4,1 miliar dari anggaran telah dialokasikan untuk pemeliharaan dan akuisisi," jelas Anwar.
Namun Kemenkeu Malaysia memberikan fakta tak mengenakkan.
Yakni dari total anggaran, 71 persen nantinya akan habis untuk membayar gaji para tentaranya.
Apalagi proyek LCS Maharaja Lela class TUDM mengalami kegagalan, tak ada yang jadi meski sudah keluar duit 6 miliar ringgit.
"Pengadaan LCS menelan biaya lebih dari MYR6 miliar tapi belum ada yang selesai," ungkapnya.
Anwar menjelaskan gegara tata kelola amburadul pemerintahan yang lalu membuat militer Malaysia ciut saat ini.
"Kelemahan tata kelola pengadaan di masa lalu mempengaruhi kesiapan pertahanan negara," tegasnya.
Salah satu kapal perang yang diincar Malaysia saat ini ialah Damen 9113, persis seperti korvet Diponegoro class Indonesia.*
Baca Juga: Kisah Operasi Rahasia Rusia Kirim Pilot Tempurnya untuk Bantu Indonesia Melawan NATO