Kapal Selam Nuklir Virginia Class yang Akan Dibeli Australia Bisa Jadi Teror: Harus Diwaspadai Oleh Indonesia

photo author
Galuh Chandra, Zona Jakarta
- Jumat, 10 Maret 2023 | 14:36 WIB
Kapal selam Virginia class yang akan dibeli oleh Australia (navy mil)
Kapal selam Virginia class yang akan dibeli oleh Australia (navy mil)

Lalu Block III Virginia class telah selesai dibangun sebanyak 8 unit dari tahun 2012-2016.

Sedangkan Virginia class Block IV akan dibangun sebanyak 10 unit dari tahun 2017-2021.

Akan tetapi untuk Virginia class Block IV yang sudah aktif bertugas hanya baru 3 unit.

3 unit kapal selam Virginia class Block IV yaitu USS Vermont SSN-792, USS Oregon SSN-793, serta USS Montana SSN-794.

Sedangkan 2 unit Virginia class Block IV telah diluncurkan dan sedang menjalani pengujian.

Dan 5 unit sisanya dari Virginia class Block IV dalam tahap pembangunan.

Serta yang terakhir ada Virginia class Block V diwacanakan akan dibangun sebanyak 10 unit tetapi belum ada yang dibangun sampai saat ini.

Dijelaskan dari laman military com, Virginia class diinformasikan memiliki teknologi siluman.

Dengan teknologi siluman tersebut maka Virginia class akan sulit ditemukan dalam kondisi menyelam.

Oleh karenanya peran Virginia class mampu menjalani misi pengumpulan intelijen permukaan, pesisir, serta bawah air.

Tak hanya itu saja, tetapi Virginia class juga dirancang untuk mencari dan menghancurkan kapal selam dan kapal permukaan musuh.

Serta Virginia class juga memproyeksikan kekuatan serang ke darat dengan rudal jelajah Tomahawk.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Dalam Mendapatkan Mirage 2000-5 Bekas Qatar: Langsung Dibocorkan Media Asing Ternama

Dan Virginia class mampu memainkan peran pasukan Operasi Khusus untuk mendukung infiltrasi pasukan dan eksfiltrasi pasukan.

Apalagi Virginia class dapat mendukung misi Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Galuh Chandra

Sumber: Reuters, afr com, navy mil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X