Rusia disebut bermasalah dengan pesanan jet tempur Su-35 yang telah berulang kali dibatalkan.
Menurut berbagai tuduhan, Aljazair, Mesir dan Indonesia menarik diri dari perjanjian Su-35 satu per satu.
Baca Juga: Israel 2 Kali Iming-imingi Indonesia untuk Mau Berkawan, Amerika Serikat Sampai Tawari NKRI Segini Banyak Uang
Berita tersebut, yang pertama kali diterbitkan di Blog Pertahanan dan dikaitkan dengan sebuah sumber, menuduh bahwa pemerintah Aljazair, Mesir dan Indonesia telah membatalkan pembelian Su-35 karena ancaman sanksi CAATSA dari AS.
Dilaporkan juga bahwa Rusia menginginkan waktu tambahan dari calon pelanggan Su-35 untuk menyelesaikan masalah teknis dan politik.
Disebutkan juga bahwa ada masalah dalam pasokan suku cadang penting AS, Eropa, dan Israel yang digunakan dalam pesawat tersebut.
Sebagai contoh, tercatat bahwa beberapa negara telah membatalkan pesanan Su-35 mereka karena pasokan suku cadang untuk radar AESA.
Baca Juga: Israel Terancam Perang Saudara, Seteru Palestina Tidak Sedang Baik-baik Saja, Ini Sebabnya
Sementara itu, dikutip Zonajakarta.com dari artikel terbitan Argumenti.ru pada 24 Januari 2022, media Rusia tersebut menyebut jika sanksi CAATSA bukan jadi penyebab gagalnya penjualan Su-35 ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.
"Dan meskipun, menurut versi resmi, alasan utama keputusan ini adalah sanksi terhadap Rusia, setelah beberapa waktu ternyata itu bukan hanya tentang mereka.
Penyebab utama kegagalan tersebut adalah ketidakmampuan memasang active phased array radar (AFAR) dan avionik canggih yang sebelumnya didatangkan dari sejumlah negara Eropa dan Israel.
Batu sandungannya adalah kenaikan harga yang tiba-tiba, tetapi yang paling penting, keterlambatan teknis pesawat tempur Rusia dari rekan-rekan asing mereka," tulis Argumenti.ru dalam artikelnya.
***ZJ