ZONAJAKARTA.com - Sedikit kilas balik, hubungan AS (Amerika) dan Turki belakangan ini sedang bergejolak.
Hal itu dipicu dengan pengadaan sistem pertahanan S-400 buatan Rusia yang dilakukan Turki.
Turki pada tahun 2019 telah sepakat untuk membeli sebuah sistem pertahanan bernama S-400.
Dan di sinilah puncak masalah Turki dengan AS.
AS memiliki sebuah peraturan bernama CAATSA (Countering America's Adversaries Through Sanctions Act).
Intinya, CAATSA ini adalah cara AS untuk menekan negara-negara lain.
AS bisa memberi sanksi kepada siapapun yang melakukan bisnis (terutama pengadaan senjata) dengan Rusia, Korut, dan Iran.
AS tidak mau negara manapun berkontribusi pada keuntungan ekonomi dengan ketiga negara tersebut.
Karena bagi AS, transaksi yang berlangsung akan berurusan dengan lembaga-lembaga keuangan mereka.
Sebut saja World Bank dan mata uang Dolar.
Dan benar, Turki akhirnya dijatuhi sanksi CAATSA ini akibat membeli alutsista asal Rusia.
Sanksi yang diterima Turki adalah didepaknya mereka dari pengadaan jet tempur generasi kelima F-35.
F-35 merupakan jet tempur paling modern besutan pabrikan AS, Lockheed Martin.